Nama : Rizki Chandra
Kelas : 4PA06
NPM :
16512553
Tugas Softskill 2
A.
Komponen (elemen system)
Elemen Sistem Menurut Raymond McLeod Jr Raymond McLeod Jr. dalam bukunya "Management Information Systems"
(2001 : 9) menyebutkan: Tidak semua sistem memiliki kombinasi elemen-elemen
yang sama, tetapi ia merupakan suatu susunan dasar sebagaimana yang
diperlihatkan dalam gambar berikut ini :
Sumber daya input diubah menjadi
sumber daya output. Sumber daya mengalir dari elemen input melalui elemen
transformasi ke elemen output. Suatu mekanisme pengendalian memantau proses
transformasi untuk meyakinkan bahwa sistem tersebut memenuhi tujuannya.
Mekanisme pengendalian ini dihubungkan pada arus sumber daya dengan memakai
suatu lingkaran umpan balik (feedback loop) yang mendapatkan informasi dari
output sistem dan menyediakan informasi bagi mekanisme pengendalian. Mekanisme
pengendalian membandingkan sinyal-sinyal umpan balik dengan tujuan dan
mengarahkan sinyal pada elemen input jika sistem operasi memang perlu diubah.
1.
Elemen-Elemen Sistem
Elemen sistem adalah bagian terkecil
sistem yang dapat didentifikasikan. Jika sebuah sistem cukup besar yang terdiri
dari subsistem-subsistem, maka elemen sistem terdapat pada tingkatan yang
paling rendah yang dapat dikategorikan sebagai individu. Elemen – elemen sistem terdiri dari :
a. Energi :
Memiliki atribut yaitu jumlah dan ongkos energi.
b.
Tenaga Kerja : Memiliki atribut
yaitu jumlah tenaga kerja dan upah.
c.
Mesin atau Peralatan : Memiliki
atribut yaitu jenis, jumlah, dan kapasitas.
d.
Bahan Baku : Memiliki atribut yaitu
harga bahan baku, jumlah bahan baku dan ongkos.
e. Bahan produk
: Memiliki atribut jumlah permintaan, jumlah produk dan harga jual.
2.
Karakteristik system
Sistem mempunyai beberapa
karakteristik atau sifat tertentu, antara lain :
a. Komponen
sistem (Component) : Suatu sistem terdiri dari sejumlah komponen yang saling
berinteraksi, yang saling bekerja sama membentuk suatu komponen sistem.
b.
Batasan sistem (Boundary) :
Merupakan daerah yang membatasi suatu sistem dengan sistem yang lain atau
dengan lingkungan kerjanya.
c.
Sub sistem (Sub system) :
Bagian-bagian dari sistem yang beraktivitas dan berinteraksi satu sama lain
untuk mencapai tujuan dengan sasarannya masing-masing.
d.
Lingkungan luar sistem (Environment)
: Suatu sistem yang ada di luar dari batas sistem yang dipengaruhi oleh operasi
sistem.
e.
Penghubung sistem (Interface) :
Media penghubung antara suatu sub sistem dengan sub sistem lain. Adanya
penghubung ini memungkinkan berbagai sumber daya mengalir dari suatu sub sistem ke subsistem lainnya.
f.
Masukan sistem (Input) : Energi yang
masuk ke dalam sistem, berupa perawatan dan sinyal. Masukan perawatan adalah
energi yang di masukkan supaya sistem tersebut dapat berinteraksi.
g.
Keluaran sistem (Output) : Hasil
energi yang di olah dan di klasifikasi menjadi keluaran yang berguna dan sisa
pembuangan.
h.
Pengolahan sistem (Process) : Suatu
sistem dapat mempunyai suatu bagian pengolahan yang akan mengubah masukan
menjadi keluaran.
i.
Sasaran sistem (Object) : Tujuan
yang ingin dicapai oleh sistem, akan dikatakan berhasil apabila mengenai
sasaran atau tujuan.
3.
Kriteria Sistem
Ada beberapa kriteria sistem,
diantaranya adalah sebagai berikut :
a.
Sistem Deterministik : Sistem yang
beroperasi melalui cara yang dapat diramalkan secara tepat. Misalnya program
komputer yang melaksanakan secara tepat sesuai dengan rangkaian instruksinya.
b.
Sistem Probabilistik : Sistem yang
dapat diuraikan dalam perilaku yang mungkin, tetapi selalu ada sedikit
kesalahan ramalan terhadap jalannya sistem.
c.
Sistem Tertutup : Sistem yang
mandiri (self contained), sistem ini tidak bertukar materai, informasi atau
energi dengan lingkungannya.
d.
Sistem Relatif Tertutup : Sistem
yang relatif tersosialisasi dari lingkungannya tetapi tidak sama sekali
tertutup dalam arti fisik, hanya menerima masukan yang telah ditentukan
sebelumnya, dengan mengelola dan memberi keluaran, yang juga telah ditentukan
sebelumnya serta memiliki masukan dan keluaran yang terkendali.
e.
Sistem Terbuka : Sistem yang
mengadakan pertukaran informasi, materi atau energi dengan lingkungannya.
Sistem ini cenderung memiliki adaptasi, yaitu dapat menyesuaikan diri terhadap
perubahan dalam lingkungannya, sehingga dapat meneruskan eksistensinya. Sistem
ini juga mengorganisasikan dira dan mengubah organisasinya sebagai tanggapan
atas perubahan keadaan.
Konsep Dasar Sistem - Elemen Sistem
Ada beberapa elemen yang membentuk sebuah sistem,
yaitu : tujuan, masukan, proses, keluaran, batas, mekanisme pengendalian
dan umpan balik serta lingkungan. Berikut penjelasan mengenai
elemen-elemen yang membentuk sebuah sistem :
1. Tujuan
Setiap sistem memiliki tujuan (Goal), entah hanya satu
atau mungkin banyak. Tujuan inilah yang menjadi pemotivasi yang mengarahkan
sistem. Tanpa tujuan, sistem menjadi tak terarah dan tak terkendali. Tentu
saja, tujuan antara satu sistem dengan sistem yang lain berbeda.
2. Masukan
Masukan (input) sistem adalah segala sesuatu yang
masuk ke dalam sistem dan selanjutnya menjadi bahan yang diproses. Masukan
dapat berupa hal-hal yang berwujud (tampak secara fisik) maupun yang tidak
tampak. Contoh masukan yang berwujud adalah bahan mentah, sedangkan contoh yang
tidak berwujud adalah informasi (misalnya permintaan jasa pelanggan).
3. Proses
Proses merupakan bagian yang melakukan perubahan atau
transformasi dari masukan menjadi keluaran yang berguna dan lbih bernilai,
misalnya berupa informasi dan produk, tetapi juga bisa berupa hal-hal yang
tidak berguna, misalnya saja sisa pembuangan atau limbah. Pada pabrik kimia,
proses dapat berupa bahan mentah. Pada rumah sakit, proses dapat berupa
aktivitas pembedahan pasien.
4. Keluaran
Keluaran (output) merupakan hasil dari pemrosesan.
Pada sistem informasi, keluaran bisa berupa suatu informasi, saran, cetakan
laporan, dan sebagainya.
5. Batas
Batas
(boundary) sistem adalah pemisah antara sistem dan daerah di luar sistem
(lingkungan). Batas sistem menentukan konfigurasi, ruang lingkup, atau
kemampuan sistem. Sebagai contoh, tim sepakbola mempunyai aturan permainan dan
keterbatasan kemampuan pemain. Pertumbuhan sebuah toko kelontong dipengaruhi
oleh pembelian pelanggan, gerakan pesaing dan keterbatasan dana dari bank.
Tentu saja batas sebuah sistem dapat dikurangi atau dimodifikasi sehingga akan
mengubah perilaku sistem. Sebagai contoh, dengan menjual saham ke publik,
sebuah perusahaan dapat mengurangi keterbasatan dana.
6. Mekanisme Pengendalian dan Umpan Balik
Mekanisme pengendalian (control mechanism) diwujudkan
dengan menggunakan umpan balik (feedback), yang mencuplik keluaran. Umpan balik
ini digunakan untuk mengendalikan baik masukan maupun proses. Tujuannya adalah
untuk mengatur agar sistem berjalan sesuai dengan tujuan.
7. Lingkungan
Lingkungan
adalah segala sesuatu yang berada diluar sistem. Lingkungan bisa berpengaruh
terhadap operasi sistem dalam arti bisa merugikan atau menguntungkan sistem itu
sendiri. Lingkungan yang merugikan tentu saja harus ditahan dan dikendalikan
supaya tidak mengganggu kelangsungan operasi sistem, sedangkan yang
menguntungkan tetap harus terus dijaga, karena akan memacu terhadap
kelangsungan hidup sistem.
Seperti
diketahui, bahwa sebuah sistem informasi tidak dapat berdiri sendiri.
Diperlukan beberapa elemen yang saling berkaitan untuk menjalankan sebuah
sistem informasi. Sistem informasi terdiri dari elemen-¬elemen yang terdiri
dari orang, prosedur, perangkat keras, perangkat lunak, basis data, jaringan
komputer dan komunikasi data. Semua elemen ini merupakan komponen fisik.
Elemen - Elemen
Sistem Informasi :
1. Manusia
(Brainware), manusia
atau personil yang dimasksud adalah operator komputer, analis sistem,
programmer dan beberapa pekerjaan lain yang berhubungan dengan komputer.
2. Prosedur
(process),
merupakan eleman fisik. Hal ini disebabkan karena prosedur disediakan dalam
bentuk fisik, seperti buku panduan dan instruksi. Ada 3 jenis prosedur yang
dibutuhkan yaitu : instruksi untuk pemakai, instruksi pemakaian masukan dan
instruksi karyawan untuk pemakaian komputer.
3. Perangkat
Keras (hardware), dalam
suatu sistem informasi terdiri atas komputer(pusat pengolah, masukan/keluaran),
penyimpanan data dan masukan/keluaran.
4. Perangkat
Lunak (software).Dalam
Sistem Informasi perangkat lunak terbagi dalam 3 sistem utama :
a) Sistem
Perangkat Lunak Umum, seperti sistem pengoperasian dan sistem manajemen data.
b) Aplikasi
Perangkat Lunak Umum, seperti model analisis dan keputusan.
c) Aplikasi
Perangkat Lunak spesifik yang terdiri dari program yang dibuat untuk tugas
spesifik.
5. Basis
Data (Data base), file
yang berisi program dan data dibuktikan dengan adanya media penyimpanan fisik
seperti harddisk, diskette, flashdisk dan penyimpanan lainnya. File juga
meliputi keluaran cetak dan keluaran lain di atas kertas.
6. Jaringan Komputer, merupakan sekumpulan komputer,
printer dan peralatan lainnya yang terhubung dalam satu kesatuan. Informasi dan
data bergerak melalui kabel - kabel atau tanpa kabel sehingga memungkinkan
pengguna jaringan memakai data dan informasi tersebut.
7. Komunikasi
Data, adalah merupakan bagian
dari telekomunikasi yang secara khusus berkenaan dengan transmisi atau
pemindahan data dan informasi diantara komputer-komputer dan piranti¬-piranti
yang lain dalam bentuk digital yang dikirimkan melalui media komunikasi data.
Data berarti informasi yang disajikan oleh isyarat digital.
Komunikasi data merupakan bagian vital
dari suatu sistem informasi karena sistem ini menyediakan infrastruktur yang
memungkinkan komputer dapat berkomunikasi satu sama lain.
B.
CBIS (Sistem
Informasi Berbasis Komputer).
1.
SIA/EDP (Sistem Informasi Akuntasi)
Sistem Informasi
Akuntansi atau SIA adalah suatu komponen organisasi yang mengumpulkan, mengklasifikasikan, mengolah, menganalisa dan mengkomunikasikan informasi
finansial dan pengambilan keputusan yang relevan bagi pihak luar perusahaan dan pihak ekstern. Akuntansi
sendiri sebenarnya adalah sebuah Sistem
Informasi.
Karakteristik SIA yang membedakannya dengan
subsistem CBIS lainnya :
1.
SIA melakasanakan
tugas yang diperlukan
2.
Berpegang pada
prosedur yang relatif standar
3.
Menangani data
rinci
4.
Berfokus
historis
5.
Menyediakan
informasi pemecahan minimal
Fungsi penting yang dibentuk Sistem Informasi
Akuntansi pada sebuah organisasi antara lain:
1.
Mengumpulkan
dan menyimpan data tentang aktivitas dan transaksi.
2.
Memproses data
menjadi into informasi yang dapat digunakan dalam proses pengambilan keputusan.
3.
Melakukan
kontrol secara tepat terhadap aset organisasi.
Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
Subsistem Sistem Informasi Akuntansi memproses berbagai transaksi keuangan dan transaksi nonkeuangan yang secara langsung memengaruhi pemrosesan transaksi keuangan.
Sistem Informasi Akuntansi terdiri dari 3 subsistem:
1.
Sistem
pemrosesan transaksi, mendukung proses operasi bisnis harian.
2.
Sistem buku
besar/pelaporan keuangan, menghasilkan laporan keuangan, seperti laporan
laba/rugi, neraca, arus kas, pengembalian pajak.
3.
Sistem
pelaporan manajemen, yang menyediakan pihak manajemen internal berbagai laporan
keuangan bertujuan khusus serta informasi yang dibutuhkan untuk pengambilan
keputusan, seperti anggaran, laporan kinerja, serta laporan pertanggungjawaban
Berbagai transaksi non keuangan yang tidak bisa diproses
oleh Sistem Informasi Akuntansi biasa, diproses oleh Sistem Informasi
Manajemen. Adapun perbedaan keduanya adalah :
1.
SIA
mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan
informasi keuangan
2.
SIM
mengumpulkan mengklasifikasikan, memproses, menganalisa dan mengkomunikasikan
semua tipe informasi
Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara:
Sebuah Sistem Informasi Akuntansi menambah nilai dengan cara:
3.
Menyediakan
informasi yang akurat dan tepat waktu sehingga dapat melakukan aktivitas utama
pada value chain secara efektif dan efisien.
4.
Meningkatkan
kualitas dan mengurangi biaya produk dan jasa yang dihasilkan
5.
Meningkatkan efisiensi
6.
Meningkatkan
kemampuan dalam pengambilan keputusan
7.
Meningkatkan
sharing knowledge
Menambah efisiensi kerja
pada bagian keuangan
2.
SIM (Sistem
Informasi Manajemen)
Definisi SIM,
Sistem Informasi Manajemen – Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang
mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah
perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya,
sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu
perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam
mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya
akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping
itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya
adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak
bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar
informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi
yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam
menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem
baru.
Sebuah
perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa
menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan
pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya
adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru
tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.
Komputer
bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem
informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar
sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan
kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi
pengambilan keputusan.
Sistem informasi
manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya
terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan
sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam
mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber
daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan
keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya
informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat
manajemen.
Definisi sistem informasi manajemen, istilah yang umum
dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted)
untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman,
model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Konsep Dasar
Informasi
Terdapat
beberapa definisi, antara lain :
a) Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b) Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang
dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian.
Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan
mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan
dilakukan.
c) Data organized to help choose some current or
future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called
business decision making)
Fungsi / Manfaat
Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi
yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis
sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu
dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level)
manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada
pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem
Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang
bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut
keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM adalah
suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun informasi
yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat
atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
a) Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji
secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya
prantara sistem informasi.
b) Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan
dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
c) Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
d) Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan
keterampilan pendukung sistem informasi.
e) Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada
sistem informasi.
f) Mengantisipasi dan memahami
konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
g) Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi
pengembangan dan pemeliharaan sistem.
h) Organisasi menggunakan sistem informasi untuk
mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan
sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
i) Bank menggunakan sistem informasi untuk
mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan
transaksi yang terjadi. Definisi SIM,
Sistem Informasi Manajemen – Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang
mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah
perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya,
sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu
perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam
mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya
akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping
itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya
adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak
bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar
informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi
yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam
menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem
baru.
Sebuah perusahaan
mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa menjalankan
kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan pembayaran
atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya adalah kegiatan
pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru tulis yang mengikuti
suatu prosedur standar tertentu.
Komputer
bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem
informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar
sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan
kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi
pengambilan keputusan.
Sistem informasi
manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya
terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan
sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam
mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber
daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan
keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya
informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat
manajemen.
Definisi sistem informasi manajemen, istilah yang umum
dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted)
untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman,
model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Konsep Dasar
Informasi
Terdapat
beberapa definisi, antara lain :
a) Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b) Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang
dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian.
Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan
mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan
dilakukan.
c) Data organized to help choose some current or
future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called
business decision making)
Fungsi / Manfaat
Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi
yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis
sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu
dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level)
manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada
pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem
Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang
bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut
keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM
adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun
informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat
atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
a) Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji
secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya
prantara sistem informasi.
b) Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan
dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
c) Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
d) Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan
keterampilan pendukung sistem informasi.
e) Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada
sistem informasi.
f) Mengantisipasi dan memahami
konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
g) Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi
pengembangan dan pemeliharaan sistem.
h) Organisasi menggunakan sistem informasi untuk
mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan
sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
i) Bank menggunakan sistem informasi untuk
mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan
transaksi yang terjadi. Definisi SIM,
Sistem Informasi Manajemen – Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang
mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah
perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya,
sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu
perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam
mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya
akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping
itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya
adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak
bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar
informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi
yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam
menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem
baru.
Sebuah
perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa
menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan
pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya
adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru
tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.
Komputer
bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem
informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar
sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan
kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi
pengambilan keputusan.
Sistem informasi
manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya
terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan sebagainya.
Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam mendukung operasi
manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber daya sistem informasi
untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan keputusan untuk pengendalian
manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya informasi utnuk mendukung
perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat manajemen.
Definisi sistem informasi manajemen, istilah yang umum
dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted) untuk
menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan pengambilan
keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat keras
(hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman, model
manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Konsep Dasar
Informasi
Terdapat
beberapa definisi, antara lain :
a) Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b) Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang
dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian.
Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan
mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan
dilakukan.
c) Data organized to help choose some current or
future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called
business decision making)
Fungsi / Manfaat
Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi
yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis
sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu
dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level) manajemen
dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada pengertian-pengertian di
atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem Informasi Manajemen atau
SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang bermanfaat dalam pembuatan
keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan rutin maupun
keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM
adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun
informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat
atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
a) Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji
secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya
prantara sistem informasi.
b) Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan
dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
c) Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
d) Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan
keterampilan pendukung sistem informasi.
e) Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada sistem
informasi.
f) Mengantisipasi dan memahami
konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
g) Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi
pengembangan dan pemeliharaan sistem.
h) Organisasi menggunakan sistem informasi untuk
mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan
sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
i) Bank menggunakan sistem informasi untuk
mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan
transaksi yang terjadi. Definisi SIM,
Sistem Informasi Manajemen – Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang
mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah
perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya,
sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu
perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam
mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya
akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping
itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya
adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak
bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar
informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi
yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam
menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem
baru.
Sebuah
perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa
menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan
pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya
adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru
tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.
Komputer
bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem
informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar
sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan
kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi pengambilan
keputusan.
Sistem informasi
manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya
terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan
sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam
mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber
daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan
keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya
informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat
manajemen.
Definisi sistem informasi manajemen, istilah yang umum
dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted)
untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman,
model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Konsep Dasar
Informasi
Terdapat beberapa
definisi, antara lain :
a) Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b) Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang
dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian.
Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan
mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan
dilakukan.
c) Data organized to help choose some current or
future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called
business decision making)
Fungsi / Manfaat
Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi
yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis
sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu
dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level)
manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada
pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem
Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang
bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut
keputusan-keputusan rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM
adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun
informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat
atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
a) Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji
secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya
prantara sistem informasi.
b) Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan
dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
c) Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
d) Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan
keterampilan pendukung sistem informasi.
e) Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada
sistem informasi.
f) Mengantisipasi dan memahami
konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
g) Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi
pengembangan dan pemeliharaan sistem.
h) Organisasi menggunakan sistem informasi untuk
mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan
sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
i) Bank menggunakan sistem informasi untuk
mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan
transaksi yang terjadi. Definisi SIM,
Sistem Informasi Manajemen – Informasi dapat diibaratkan sebagai darah yang
mengalir di dalam tubuh manusia, seperti halnya informasi di dalam sebuah
perusahaan yang sangat penting untuk mendukung kelangsungan perkembangannya,
sehingga terdapat alasan bahwa informasi sangat dibutuhkan bagi sebuah
perusahaan. Akibat bila kurang mendapatkan informasi, dalam waktu tertentu
perusahaan akan mengalami ketidakmampuan mengontrol sumber daya, sehingga dalam
mengambil keputusan-keputusan strategis sangat terganggu, yang pada akhirnya
akan mengalami kekalahan dalam bersaing dengan lingkungan pesaingnya. Disamping
itu, sistem informasi yang dimiliki seringkali tidak dapat bekerja dengan baik.
Masalah utamanya
adalah bahwa sistem informasi tersebut terlalu banyak informasi yang tidak
bermanfaat atau berarti (sistem terlalu banyak data). Memahami konsep dasar
informasi adalah sangat penting (vital) dalam mendesain sebuah sistem informasi
yang efektif (effective business system). Menyiapkan langkah atau metode dalam
menyediakan informasi yang berkualitas adalah tujuan dalam mendesain sistem
baru.
Sebuah
perusahaan mengadakan transaksi-transaksi yang harus diolah agar bisa
menjalankan kegiatannya sehari-hari. Daftar gaji harus disiapkan, penjualan dan
pembayaran atas perkiraan harus dibutuhkan: semua ini dan hal-hal lainnya
adalah kegiatan pengolahan data dan harus dianggap bersifat pekerjaan juru
tulis yang mengikuti suatu prosedur standar tertentu.
Komputer
bermanfaat utnuk tugas-tugas pengolahan data semacam ini, tetapi sebuah sistem
informasi menajemen melkasanakan pula tugas-tugas lain dan lebih dari sekedar
sistem pengolahan data. Adalah sistem pengolahan informasi yang menerapkan
kemampuan komputer untuk menyajikan informasi bagi manajemen dan bagi
pengambilan keputusan.
Sistem informasi
manajeman digambarkan sebagai sebuah bangunan piramida dimana lapisan dasarnya
terdiri dari informasi, penjelasan transaksi, penjelasan status, dan
sebagainya. Lapisan berikutnya terdiri dari sumber-sumber informasi dalam
mendukung operasi manajemen sehari-hari. Lapisan keriga terdiri dair sumber
daya sistem informasi untuk membantu perencanaan taktis dan pengambilan
keputusan untuk pengendalian manajemen. Lapisan puncak terdiri dari sumber daya
informasi utnuk mendukung perencanaan dan perumusan kebijakan oleh tingkat
manajemen.
Definisi sistem informasi manajemen, istilah yang umum
dikenal orang adalah sebuah sistem manusia/mesin yang terpadu (intregeted)
untuk menyajikan informasi guna mendukung fungsi operasi, manajemen, dan
pengambilan keputusan dalam sebuah organisasi. Sistem ini menggunakan perangkat
keras (hardware) dan perangkat lunak (software) komputer, prosedur pedoman,
model manajemen dan keputusan, dan sebuah “data base”.
Konsep Dasar
Informasi
Terdapat
beberapa definisi, antara lain :
a) Data yang diolah menjadi bentuk yang lebih
berguna dan lebih berarti bagi yang menerimanya.
b) Sesuatu yang nyata atau setengah nyata yang
dapat mengurangi derajat ketidakpastian tentang suatu keadaan atau kejadian.
Sebagai contoh, informasi yang menyatakan bahwa nilai rupiah akan naik, akan
mengurangi ketidakpastian mengenai jadi tidaknya sebuah investasi akan
dilakukan.
c) Data organized to help choose some current or
future action or nonaction to fullfill company goals (the choice is called
business decision making)
Fungsi / Manfaat
Sistem Informasi Manajemen
Supaya informasi
yang dihasilkan oleh sistem informasi dapat berguna bagi manajamen, maka analis
sistem harus mengetahui kebutuhan-kebutuhan informasi yang dibutuhkannya, yaitu
dengan mengetahui kegiatan-kegiatan untuk masing-masing tingkat (level)
manajemen dan tipe keputusan yang diambilnya. Berdasarkan pada
pengertian-pengertian di atas, maka terlihat bahwa tujuan dibentuknya Sistem
Informasi Manajemen atau SIM adalah supaya organisasi memiliki informasi yang
bermanfaat dalam pembuatan keputusan manajemen, baik yang meyangkut keputusan-keputusan
rutin maupun keputusan-keputusan yang strategis.
Sehingga SIM
adalah suatu sistem yang menyediakan kepada pengelola organisasi data maupun
informasi yang berkaitan dengan pelaksanaan tugas-tugas organisasi.
Beberapa manfaat
atau fungsi sistem informasi antara lain adalah sebagai berikut:
a) Meningkatkan aksesibilitas data yang tersaji
secara tepat waktu dan akurat bagi para pemakai, tanpa mengharuskan adanya
prantara sistem informasi.
b) Menjamin tersedianya kualitas dan keterampilan
dalam memanfaatkan sistem informasi secara kritis.
c) Mengembangkan proses perencanaan yang efektif.
d) Mengidentifikasi kebutuhan-kebutuhan akan
keterampilan pendukung sistem informasi.
e) Menetapkan investasi yang akan diarahkan pada
sistem informasi.
f) Mengantisipasi dan memahami
konsekuensi-konsekuensi ekonomis dari sistem informasi dan teknologi baru.
g) Memperbaiki produktivitas dalam aplikasi
pengembangan dan pemeliharaan sistem.
h) Organisasi menggunakan sistem informasi untuk
mengolah transaksi-transaksi, mengurangi biaya dan menghasilkan pendapatan
sebagai salah satu produk atau pelayanan mereka.
i) Bank menggunakan sistem informasi untuk
mengolah cek-cek nasabah dan membuat berbagai laporan rekening koran dan
transaksi yang terjadi.
3.
SPK (Sistem
Pendukung Keputusan)
4.
OA (Office Automatic)
1. Definisi Otomatisasi Kantor
Otomatisasi
kantor didefinisikan oleh O’Brien ( 1996 ) sebagai system informasi berbasis
telekomunikasi yang mengumpulkan, memproses, menyimpan dan mendistribusikan
pesan-pesan, dokumen-dokumen dan komunikasi elektronik lainnya diantara
individual, grup-grup kerja dan organisasi. Otomatisasi kantor merupakan
penggunaan alat elektronik untuk memudahkan komunikasi formal dan informal
terutama berkaitan dengan komunikasi informasi dengan orang-orang didalam dan
diluar perusahaan untuk meningkatkan perusahaan. Awalnya, OA dimaksudkan untuk
membantu pekerja sekretarial dan administratif (clerical), tetapi kemampuannya untuk memudahkan komunikasi formal
dan informal dengan orang-orang didalam maupun diluar perusahaan menarik para
manajer dan profesional sebagai pemakai. Dengan tujuan utama meningkatkan
produktifitas mereka.
Tahap-tahap
penerapan OA :
a) Tradisional;
penggunaan teknologi utamanya ditujukan untuk mengurangi biaya dan meningkatkan
produktifitas. Terfokus pada penggunaan Word ProcessinG.
b) Transisional;
ditandai dengan mulai digunakannya proses data secara elektronik serta
dibangunnya aplikasi untuk keperluan pengarsipan, penyimpanan, dan komunikasi
yang berbasis komputer.
c) Transformasional;
merupakan fase integrasi informasi dan pematangan konsep Information Resource
Management (IRM) yang merupakan konvergensi telekomunikasi dan informasi (ICT).
2. Tujuan Otomatisasi Kantor :
Pendapatan
yang lebih tinggi versus penghindaran biaya, computer tidak menggantikan
pekerja saat ini, tetapi computer menunda penabahan pegawai yang diperlukan
untuk menangani beban kerja yang bertambah. Pemecahan
masalah kelompok, cara OA berkontribusi pada komunikasi keadaan dari manajer
membuatnya sangat cocok diterapkan untuk memecahkan masalah kelompok.
Pelengkap-bukan
pengganti, sebagai suatu carau komunikasi bisnis, OA bukan tanpa keterbatasan.
OA tidak akan menggantikan semua komunikasi interpersonal tradisional –
percakapan tatap muka, percakapan telepon, pesan tertulis pada memo, dan
sejenisnya. OA harus bertujuan melengkapi komunikasi tradisional. Penggabungan
dan penerapan teknologi memperbarui proses pelaksanaan pekerjaan di kantor
meningkatkan produktivitas dan efektivitas pekerjaan.
Dapat simpulkan dengan
adanya OA atau Office automation dianggap sebagai cara untuk meningkatkan
produktivitas sekretaris dan pegawai administrative. Produk OA memungkinkan
para pekerja kantor ini memproses lebih banyak dokumen secara lebih cepat dan
lebih baik. Otomatisasi kantor bertujuan untuk meningkatkan produktivitas. Bila
diterapkan sebagai alat pemecah masalah, otomatisasi kantor dapat memberikan
kemampuan antara manajer untuk saling melakukan komunikasi dengan lebih baik
selagi mereka memecahkan masalah. Peningkatan komunikasi ini dapat menghasilkan
keputusan yang lebih baik dan lebih cepat.
3. Pengguna Otomatisasi Kantor
Agar
suatu system atau aplikasi dapat berjalan dan dapat dinilai apakah system itu
bagus atau tidak, maka disini kita perlukan yang namanya pemakai, ia yang akan
menilai, merancang dan mengembangkan sehingga suatu system dapat berjalan,
apakah anda penasaran siapa sebenarnya yang memakai otomatisasi kantor yang ada
dalam suatu system informasi.
Individu yang menggunakan
Otomatisasi Kantor :
a) Manajer,
adalah orang-orang yang bertanggung jawab mengelola sumber daya perusahaan,
terutama sumber daya manusia.
b) Profesional,
adalah orang yang tidak mengelola orang lain tetapi menyumbang keahlian khusus
yang membedakan mereka dari sekretaris dan pegawai administrative, contohnya
pembeli, wiraniaga dan lain-lain.
c) Sekretaris,
biasanya ditugaskan pada pekerja terdidik tertentu untuk melaksanakan berbagai
tugas, seperti menangani korespondensi, menjawab telepon dan mengatur jadwal
pertemuan.
d) Pegawai
Administratif,
biasanya bertugas melaksanakan tugas-tugas untuk sekretaris,
seperti mengoperasikan mesin fotokopi, menyusun dokumen, menyimpan dokumen dan
mengirimkan surat.
4. Macam-Macam Sistem Otomatisasi Kantor
A.
Sistem Komunikasi
Elektonik
Sistem komunikasi
elektronik (electronic communication system ) merupakan system teknologi
informasi yang digunakan untuk berkomunikasi diantara individu, grup-grup kerja
dan organisasi-organisasi. Yang termasuk dalam system ini adalah e-mail, voice
mail, facsimile dan bulletin board system. Bulletin board system (BBS) adalah
suatu lokasi lewat jaringan internet yang memungkinkan suatu pesan disimpan di
lokasi dan selanjutnya dapat diakses dan didesain oleh orang lain
B.
Sistem Kolaborasi
Elektronik
Sitem kolaborasi
elektronik adalah suatu sistem
yang tidak hanya pertukaran komunikasi atau pesan, tetapi juga bagaimana
informasi atau pesan tersebut digunakan untuk bekerja sama. Contoh aplikasi
yang ada pada OA, yang tergolong dalam system kolaborasi adalah teleconference
dan telecommuting. Telecommuting adalah kolaborasi elektronik yang digunakan
oleh pekerja yang bekerja dari jarak jauh dengan kantornya.
C.
Sistem Publikasi Dan Pengolahan
Imej Elektronik
Sistem publikasi
elektronik (electronic publishing system)
adalah penggunaan teknologi informasi untuk keperluan pembuatan dokumen
tercetak. Yang termasuk aplikasi dari sistem
pubikasi dan pengolahan imej elektronik adalah desktop publishing, elektonik
document management, presentase graphics dan multimedia presentation. Elektonik
document management (EDM) merupakana system penyimpanan document yang membentuk
basis data imej (image database) yang nantinya dapat diakses dan diproses kembali.
Presentation graphic digunakan untuk menampilkan grafik yang akan
dipresentasikan. Sedangkan multimedia presentation tidak hanya mempresentasikan
grafik saja, tetapi memungkinkan untuk mempresentasikan dalam beberapa bentuk
media seperti teks, grafik, foto, suara dan video.
D.
Sistem Pengolahan Kantor
Sistem pengolahan kantor
(office management systems) merupakan
system kantor otomatis yang mendukung orang-orang di organisasi untuk
mengorganisasikan aktivitas-aktivitas kerja mereka. Yang termasuk dalam system
ini adalah desktop accessories dan electronic scheduling atau kalender
elektronik.
Desktop
accessories menyediakan alat-alat seperti kalkulator, kalender, jam, notepad,
daftar nomer telepon dan daftar jam janjian. Electronic scheduling membantu
pemakai-pemakai system ini untuk mengatur skejul kerja mereka.
E.
Sistem Elektronik
Formal
Didokumentasikan
dengan suatu sistem prosedur tertulis. Diterapkan diseluruh perusahaan untuk
memenuhi kebutuhan organisasi, mirip dengan SIM.
F.
Sistem Elektronik
Informal
Tidak
direncanakan atau diuraikan secara tertulis. Sistem-sistem OA ini diterapkan
saat diperlukan oleh perorangan untuk memenuhi keperluannya sendiri, mirip
dengan DSS.
Jenis
– jenis Aplikasi Otomatisasi Kantor yaitu :
A.
WORD
PROCESSING (Pengolahan Kata) : penggunaan alat
elektronik secara otomatis melaksanakan banyak tugas-tugas yang diperlukan
untuk menyiapkan dokumen yang ditik atau dicetak.
B.
ELECTRONIK
MAIL (Surat Elektronik) : populer dikenal
sebagai E-Mail, adalah prnggunaan jaringan komputer yang memungkinkan para
pemakai mengirimn menyimpan, dsn menerima pesan-pesan menggunakan terminal
komputer dan alat penyimpanan.
C.
VOICE
MAIL : serupa dengan surat elektronik
kecuali bahwa anda mengirim pesan dengan mengucapkannya ke dalam telepon
daripada mengetiknya, dan anda menggunakan telepon anda untuk mengambil
pesan-pesan yang telah dikirimkan kepada anda.
D.
ELECTRONIC
CALENDARING (Kalender Elektronik) : penggunaan
jaringan komputer untuk menyimpan dan mengamil kalender pertemuan manajer.
E.
AUDIO
CONFERENCING (Komferensi Audio) : penggunaan
peralatan komuikasi suara untuk membuat suatu hubungan audio di antara
orang-orang yang tersebar secara geografis dengan tujuan melakukan konferensi.
Telepon konferensi memungkinkan lebih dari dua orang erpartisipasi dalam
percakapan telepon, merupakan bentuk pertama konferensi audio dan masih
digunakan.
Daya Tarik Konferensi
Audio:
1) Biaya
peralatan yang diperlukan untuk konferensi audio berada dalam jangkauan hampir
semua perusahaan.
2) Orang-orang
merasa santai berbicara di telepon.
3) Konferensi
audio dapat disiapkan dalam beberapa menit. Mungkin operator memberitahu para
peserta, atau para pesertadiberikan nomor telepon untuk dihubungi.
F.
VIDEO
CONFERENCING (Konferensi Video) : penggunaan
peralatan televisi untuk menghubungkan para peserta konferensi yang tersebar
secara geografis. Peralatan tersebut menyediakan hubungan audio dan video.
Seperti konferensi audio, konferensi video tidak memerlukan komputer.Terdapat 3
konfigurasi dasar konferensi video:
1) Video
satu arah dan audio satu arah: sinyal video dan audio dikirimkan dari satu
tempat transmii ke satu atau beberapa tempat penerimaan.
2) Video
satu arah dan audio dua arah: kemampuan audio dua arah memungkinkan orang di
tempat penerimaan berbicara dengan orangb di tempat transmisi sementara semua
orang melihat pada gambar video yang sama.
3) Video
dan audio dua arah: komunikasi audio dan
video antara semua tempat berlangsung dua arah. Cara ini merupakan pendekatan
konferensi elektronik paling mahal.
G.
COMPUTER
CONFERENCING (Konferensi Komputer) : penggunaaan
jaringan komputer untuk memungkinkan para anggota tim pemecahan masalah
bertukar informasi mengenai masalah yang sedang dipecahkan.
H.
FACSIMILE
TRANSMISSION / FAX (Transmisi Faksimil) : penggunaan
peralatan khusus yang dapat membaca citra dokumen pada satu ujung saluran
komunikasi dan membuat salinannya di ujung lain.
I.
VIDEOTEXT
: penggunaan komputer untuk menampilkan pada layar CRT materi narasi dan grafik
yang tersimpan. Saat
perusahaan ingin menyediakan informasi kepada para pemecah masalah dalam bentuk
videotext, terdapat 3 sumber utama bahannya
:
1. Perusahaan dapat menciptakan file
videotext pada komputernya sendiri.
2. Peruahaan dapat berlangganan jasa
videotext.
3. Perusahaan dapat memperoleh akses k file
videotext dari perusahaan lain.
J.
IMAGE STORAGE AND
RETRIEVAL (pencitraan) : seperti yang digunakan sekarang, merupakan penggunaan
pengenal karakter secara optik untuk mengubah catatan-catatan kertas atau
microfilm menjadi format digital untuk disimpan di dalam alat penyimpanan
sekunder.
K.
DESKTOP
PUBLISHING : Aplikasi OA terbaru adalah desktop
publishing (DTP). Desktop Publishing adalah penggunaan komputer untu menyiapkan
output tercetak yang kualitasnya sangat mirip dengan yang dihasilkan oleh
typesetter. Aplikasi
DTP terbagi dalam 3 area:
1. Aplikasi administratif:
meliputi dokumen-dokumen dimaksudkan untuk penggunaan intern seperti
korespondensi, laporan dan warta.
2. Aplikasi teknis: meliputi materi pelatihan
seperti slides, overhead transparancies, dan manual.
3. Grafik perusahaan:
meliputi periklanan, brosur, dan dokumen lain yang dimaksudkan untuk digunakan
di luar perusahaan.
5.
Sistem Pakar (Alat
Pendukung Konsultan)
Sistem pakar dikembangkan pertama kali oleh komunitas AI (Artificial
Intelligence) tahun 1960-an. Sistem pakar yang pertama adalah General Purpose
Problem Solver (GPS) yang dikembangkan oleh Newel Simon.Sistem pakar (expert system) adalah sistem yang
berusaha mengapdosi pengetahuan manusia ke komputer, agar komputer dapat
menyelesaikan masalah seperti yang biasa dilakukan oleh para ahli. Sistem pakar
yang baik dirancang agar dapat menyelesaikan suatu permasalahan tertentu dengan
meniru kerja dari para ahli.
Sistem pakar merupakan kepakaran ditransfer dari seorang pakar (atau sumber kepakaran yang lain)
ke komputer, pengetahuan yang ada disimpan dalam komputer, dan pengguna dapat
berkonsultasi pada komputer itu untuk suatu nasehat, lalu komputer dapat
mengambil inferensi (menyimpulkan, mendeduksi, dan lain-lain) seperti layaknya
seorang pakar, kemudian menjelaskannya ke pengguna tersebut, bila perlu dengan
alasan-alasannya.
Sistem Pakar terkadang lebih baik unjuk kerjanya dari pada seorang pakar
manusia. Dengan sistem pakar, orang awam pun dapat menyelesaikan masalah yang
cukup rumit yang sebenarnya hanya dapat diselesaikan dengan bantuan para ahli.
Bagi para ahli, sistem pakar juga akan membantu aktivitasnya sebagai asisten
yang sangat berpengalaman.
Keuntungan Sistem Pakar :
1) Memungkinkan orang awam bisa mengerjakan pekerjaan
para ahli.
2) Bisa melakukan proses secara berulang secara otomatis.
3) Menyimpan pengetahuan dan keahlian para pakar.
4) Mampu mengambil dan melestarikan keahlian para pakar
(terutama yang termasuk keahlian langka).
5) Mampu beroperasi dalam lingkungan yang berbahaya.
6) Memiliki kemampuan untuk bekerja dengan informasi yang
tidak lengkap dan mengandung ketidakpastian. Pengguna bisa merespon dengan
jawaban ‘tidak tahu’ atau ‘tidak yakin’ pada satu atau lebih pertanyaan selama
konsultasi dan sistem pakar tetap akan memberikan jawaban.
7) Tidak memerlukan biaya saat tidak digunakan, sedangkan
pada pakar manusia memerlukan biaya sehari-hari.
8) Dapat digandakan (diperbanyak) sesuai kebutuhan dengan
waktu yang minimal dan sedikit biaya.
Kelemahan Sistem Pakar :
1) Biaya yang diperlukan untuk membuat, memelihara dan
memeliharanya sangat mahal.
2) Sulit dikembangkan, hal ini erat kaitannya dengan
ketersediaan pakar di bidangnya dan kepakaran sangat sulit diekstrak dari
manusia karena sangat sulit bagi seorang pakar untuk menjelaskan langkah mereka
dalam menangani masalah.
3) Sistem pakar tidak 100% benar karena seseorang yang
terlibat dalam pembuatan sistem pakar tidak selalu benar. Oleh karena itu perlu
diuji ulang secara teliti sebelum digunakan.
4) Pendekatan oleh setiap pakar untuk suatu situasi atau problem
bisa berbeda-beda, meskipun sama-sama benar.
5) Transfer pengetahuan dapat bersifat subjektif dan
bias.
6) Kurangnya rasa percaya pengguna dapat menghalangi
pemakaian sistem pakar.
KONSEP DASAR SISTEM PAKAR
Konsep dasar sistem pakar mengandung keahlian,
ahli/pakar, pengalihan keahlian, mengambil keputusan, aturan, kemampuan
menjelaskan.
1. Keahlian
Keahlian bersifat luas dan merupakan penguasaan
pengetahuan dalam bidang khusus yang diperoleh dari pelatihan, membaca atau
pengalaman.
a. Teori, fakta, aturan-aturan pada lingkup permasalahan
tertentu.
b. Strategi global untuk menyelesaikan masalah.
Ahli / Pakar
Seorang ahli adalah seseorang yang mampu menjelaskan
suatu tanggapan, mempelajari hal-hal baru seputar topic permasalahan, menyusun
kembali pengetahuan jika dipandang perlu, memecahkan masalah dengan cepat dan
tepat.
Pengalihan Keahlian
Tujuan dari sistem pakar adalah untuk mentransfer
keahlian dari seorang pakar ke dalam komputer kemudian ke masyarakat. Proses
ini meliputi 4 kegiatan, yaitu perolehan pengetahuan (dari para ahli atau
sumber-sumber lainnya), representasi pengetahuan ke komputer, kesimpulan dari
pengetahuan dan pengalihan pengetahuan ke pengguna.
Mengambil Keputusan
Hal yang unik dari sistem pakar adalah kemampuan untuk
menjelaskan dimana keahlian tersimpan dalam basis pengetahuan. Kemampuan
komputer untuk mengambil kesimpulan dilakukan oleh komponen yang dikenal dengan
mesin inferensi yaitu meliputi prosedur tentang pemecahan masalah.
Aturan
Sistem pakar yang dibuat merupakan sistem yang
berdasarkan pada aturan-aturan dimana program disimpan dalam bentuk
aturan-aturan sebagai prosedur pemecahan masalah. Aturan tersebut biasanya
berbentuk IF – THEN.
Kemampuan Menjelaskan
Keunikan lain dari sistem pakar adalah kemampuan dalam
menjelaskan atau member saran / rekomendasi serta juga menjelaskan mengapa
beberapa tindakan / saran tidak direkomendasikan.
DAFTAR PUSTAKA
http://ayu_ws.staff.gunadarma.ac.id/Downloads/files/22739/M1+Pengenalan+SP.pdf
http://kk.mercubuana.ac.id/files/18002-13-494513763018.doc
http://duniabaca.com/pengertian-dan-manfaat-sim-sistem-informasi-manajemen.


Tidak ada komentar:
Posting Komentar